/*Under Post -----------------------------*/ #underpost h2{ font-size:13px; font-weight:bold; color:#B8002E; border-bottom:2px solid #000000; padding-left:5px; } #underpost{ width:300px; } #underleft{ width:145px; /*lebar kolom kiri*/ float:left; margin:4px; } #underright{ width:145px; /*lebar kolom kanan*/ float:right; margin:4px; }
TukarLike.Com
Terimakasih

Sebagai tanda Penghormatan saya dan rasa Terimakasih yang sebesar - besarnya kepada Sobat - sobat semua yang telah mengituki , follow atau Join Blog saya maka saya menyajikan Kotak yang berisikan Link para Sobat - sobat semua yang bertujuan agar mempermudah atau mendekatkan antar sesama blogger. Tujuan lainnya juga agar kita bisa dengan mudah untuk saling mem Follow.... Terimakasih



Newest Post

Sunday, February 10, 2013

Mesin Induksi Keadaan Satu Fasa Rotor Terbuka

Assalamu'alaikum,..
hai sobat - sobat semua...
kali ini saya akan membahas tentang keadaan mesin intuksi yang beroperasi dengan keadaan satu fasa rotor terbuka...
Pada motor induksi tiga fasa terkadang karena pengaruh kurang perawatan atau keadaan mesin yang sudah tua dapat menyebabkan salah satu fasa rotornya menjadi rusak dan tidak berfungsi. Hal ini memberikan pengaruh terhadap torsi dan putaran motor tersebut. Untuk memperjelas keadaan operasinya, perhatikan gambar dibawah ini.
Dari gambar diatas, maka akan diperoleh persamaan arus seperti persamaan dibawah ini :
Pada pendekatan pertama, maka frekuensi di rotor F2=S F1..
Maka gaya Fordward dihasilkan oleh Ia1 dan Ia2.

Komponen gaya gerak magnet yang mundur dari arus rotor yang berputar terhadap stator terdapat pada kecepatan  n'. Adapun n' adalah
Makai ini akan menginduksi gaya gerak listrik pada frekuensi f1’=f1(1-2S). Gaya gerak mundur dihasilkan oleh I22, yang akan menghasilkan torsi lawan.

Persamaan diatas menunjukkan persamaan arus  induksi dan torsi secara umum pada mesin induksi.
       Pada dasarnya rotor akan dihubung singkat, maka V2 = 0, maka persamaan akan terbagi menjadi dua sisi, bagian real dan imaginer, namun bagian real tidak benar - benar real. dikarenakan arus I2 dirotor melawati kumparan, otomatis akan mengalami juga bagian yang imaginer. untuk itu persamaan harus dikali dengan konjogate nya arus di rotor.


Maka dari persamaan di atas diambil persamaan Pg  yang mempunyai hubungan dengan arus stator yaitu dari bilangan imaginer.
Persamaan diatas untuk keadaan Fordward. dengan penurunan rumus yang sama diperoleh juga torsi untuk keadaan beckward...
maka persamaan torsi akan menjadi
Nah,..kalau dikasi,...
sebenarnya ini adalah ilmu tentang mesin induksi yang lebih mendalam,...

semoga ini bermanfaat bagi para pembaca blog saya,...

terimakasih telah membaca blog saya...





Jenis - jenis Mesin Induksi


Assalamu'alaikum teman - teman semua yang sedang membaca blog saya tercinta ini,..
Kali ini saya akan menulis sedikit catatan tentang jenis - jenis mesin induksi..

Langsung aja ke TKP..

Mesin induksi tergbagi atas 2 jenis.. yaitu Mesin Induksi Rotor Sangkar dan Rotor Belitan.
Pada Rotor Sangkar Inti stator tiga fasa terbuat dari lapisan – lapisan pelat baja beralur yang didukung dalam rangka stator yang terbuat dari besi tuang atau pelat baja yang dipabrikasi. Lilitan – lilitan kumparan stator diletakkan dalam alur stator yang terpisah 120 derajat listrik. Lilitan fasa ini dapat tersambung dalam hubungan delta ( Δ ) ataupun bintang ( Î¥ ). Rotor jenis rotor sangkar ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.


Untuk Mesin Induksi Rotor Belitan, konstruksinya berbeda dengan rotor Sangkar dalam hal konstruksi rotornya. Seperti namanya, rotor dililit dengan lilitan terisolasi serupa dengan lilitan stator. Lilitan fasa rotor dihubungkan secara Î¥ dan masing – masing fasa ujung terbuka yang dikeluarkan ke cincin slip yang terpasang pada poros rotor. Pada motor ini, cincin slip yang terhubung ke sebuah tahanan variabel eksternal yang berfunsi membatasi arus pengasutan dan yang bertanggung jawab terhadap pemanasan rotor. Selama pengasutan, penambahan tahanan eksternal pada rangkaian rotor belitan menghasilkan torsi pengasutan yang lebih besar dengan arus pengasutan yang lebih kecil dibanding dengan rotor sangkar.





Nah sekian dulu ya teman - teman...semoga tulisan saya kali ini bermanfaat bagi para pembaca...



Pembumian Pada Pesawat Terbang

Assalamu'alaikum teman - teman...
kali ini ane akan menulis tentang artikel yang pernah saya buat sewaktu masih klyah dulu,..
tentang sistem pumbumian pada pesawat terbang....

Langsung aja ke T KP...

PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK PADA PESAWAT TERBANG

Pesawat terbang sangat mungkin untuk disambar petir, tetapi pesawat terbang dilengkapi dengan sistim static discharge pada badannya sehingga kemungkinan disambar petir sangatlah kecil dan memang ada pesawat yang disambar petir. Hanya saja jarang sekali terjadi dan akibat yang ditimbulkan tidak besar, apalagi dengan pesawat-pesawat modern jaman sekarang.
Petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di udara, loncatan muatan listrik yang berbeda bisa terjadi diantara awan diudara atau dari awan ke tanah. Awan atau benda yang bergerak di udara, karena pergesekan dengan udara, maka akan timbul muatan listirk statis dibenda itu.
Demikian juga pesawat terbang pada saat bergerak diudara pada badannya akan terbentuk listrik static, hanya saja dengan sistim static discharge yang terpasang di pesawat, maka muatan listrik yang timbul di pesawat akan segera dibuang ke udara, sehingga kemungkinan ada loncatan listirk / petir dari awan ke badan pesawat diperkecil kemungkinan terjadinya.
 Jika sistim itu tidak bekerja, bisa saja pesawat tersambar petir dan akibatnya adalah mulai dari terganggunya peralatan komunikasi dan navigasi dipesawat sampai terbakar diudara (namun kejadian ini sangat jarang terjadi).
Tapi tidak perlu kuatir, karena sistim static discharge di pesawat sangat jarang sekali rusak dan perawatannya sangat sederhana, karena bentuknya hanya berupa kawat atau lempengan plastik berisi logam seperti buntut tikus yang ditempatkan di ujung-ujung sayap atau ekor pesawat dan jumlahnya sampai 12 atau 16 buah.
 

 Ketika petir menyambar pesawat itu, muatan listrik mengalir sepanjang alumunium menuju permukaan yang lebih lancip yaitu di ujung-ujung sayap maupun ekor. Di ujung yang lebih lancip itu, muatan listrik akan terlucut berupa percikan api. Dengan begitu muatan listrik tidak akan masuk ke dalam pesawat. Jadi, orang yang berada di dalam pesawat akan aman dari sambaran petir.


 















inilah sedikit pengetahuan saya yang pernah saya pelajari,..
semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian,..

Perbaikan Faktor Daya Pada Beban

Assalamu'alaikum kawan - kawan semua,..

Kali ini ane akan membagi sdikit lagi ilmu yang sedikit ini kepada pembaca blog saya...

kali ini ane akan membahas hal yang sudah sering dibicarakan disetiap anak teknik,..khususnya teknik elektro,..
yaitu Faktor Daya..dan bagai mana cara memperbaikinya,...

Oke kita langsung saja,..

Sebenarnya..apa faktor daya itu,..
Faktor daya itu adalah sudut antara arus dan tegangan,..
sifatnya bisa Leadding , lagging atau uniti,..tergantung dari jenis beban yang di pakai...
Leadding dihasilkan oleh sifat beban kapasitif, lagging dihasilkan oleh sifat beban induktif, dan unity dihasilkan oleh beban resistif...
Leading artinya arus mendahului tegangan,..
lagging artinya arus tertinggal oleh tegangan..
dan unity  arus sefasa oleh tegangan...
untuk lebih jelasnya kawan - kawan dapat melihat gambar dibawah ini...
itulah faktor daya...faktor daya yang baik akan memberikan manfaat kapada kita, selaku pengguna jasa listrik yang sudah merupakan menjadi kebutuhan perimer...
faktor daya yang baik adalah 1...namun tudak mungkin, karena tidak ada benda di bumi ini yang memiliki resistifitas murni...namun mendekati ada,..
kalau begitu apakah faktor daya dapat diperbaiki,..???

tentu saja bisa,...
bagaimana caranya??
dengan menggunakan kapasitor sebagai pemberi daya reaktif,..
kenapa harus daya reaktif??
itu sangat mudah untuk difahami,..
umumnya beban di rumah tangga adalah beban induktif...
baik tv, pemanas, mesincuci dan lainnya...
semakin induktif suatu beban maka faktor daya menjauh dari 1,..
semakin kapasitif dapat mengurangi sifat induktif dari beban yang mengakibatkan faktor daya mendekati 1..
Untuk lebih memperjelas teman - teman semua perhatikan Gambar dibawah ini..

dari gambar diatas diperoleh persamaan sebagai berikut..
dimana

φ1 : adalah faktor daya sebelum didiperbaiki
 Ï†2 : adalah faktor daya sesudah diperbaiki
∆Cperphasa  : Besar nilai kapasitor perphasa
                  ∆Q : Jumlah daya rektif yang dibutuhkan untuk memperbaiki faktor daya (VAR)

Nah,..gampangkan untuk difahami,..
sampai sini dulu ya mengenai faktor daya,...
kalau ada kesempatak ane akan menulis artikel lain yang berkaitan dengan dunia teknik elektro..




Kapasitor Eksitasi dan Kompensasi

Assalamu'alaikum bagi pembaca blog ane tercinta... Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan bagi saya untuk dapat menulis kembali blog ini,..setelah lama fakum,.. Tulisan kali ini akan membahas tentang generator induksi... Sebenarnya Apa sih Generator induksi??? Generator induksi merupan salah satu penghasil tenaga listri dari sebuah mesin induksi,.. Generator induksi tidak dapat beroperasi langsung sebagai generator,membutuh kan kapasitor sebagai penghasil daya reaktif yang dibutuhkan untuk merubah motor menjadi generator..... untuk lebih jelasnya akan penulis terangkan secara detai ..
Mesin induksi dapat dioperasikan sebagai motor maupun sebagai generator. Bila dioperasikan sebagai motor, mesin induksi harus dihubungkan dengan sumber tegangan (jala-jala), daya mengalir dari jala-jala ke motor dan mesin bekerja dengan slip lebih besar dari nol sampai satu (0 ≤ s ≤1). Jika mesin induksi dioperasikan sebagai generator, daya akan mengalir dari mesin induksi dan akan bekerja dengan slip yang lebih kecil dari nol (s<0 font="">
Untuk mengoperasikan mesin induksi sebagai generator diperlukan daya mekanis untuk memutar rotor dan sumber daya reaktif untuk memenuhi kebutuhan eksitasi. Kebutuhan daya reaktif dapat diperoleh dari jala-jala atau dari suatu kapasitor. Tanpa adanya daya reaktif, mesin induksi yang dioperasikan sebagai generator tidak menghasilkan tegangan. Jika generator induksi terhubung dengan jala-jala, maka kebutuhan daya reaktif diambil dari jala-jala.
Namun apabila generator induksi tidak terhubung dengan jala-jala, maka kebutuhan daya reaktif dapat disediakan dari suatu unit kapasitor. Kapasitor tersebut dihubungkan paralel dengan terminal keluaran generator. Kapasitor yang dipasang harus mampu memberikan daya reaktif yang dibutuhkan untuk menghasilkan fluksi di celah udara. Sehingga motor induksi dapat beroperasi sebagai generator induksi dengan penguatan sendiri. Perinsip Kerjanya sebagai berikut. Perhatikan gambar dibawah ini.

Pada mesin induksi tidak terdapat hubungan listrik antara stator dengan rotor, karena arus pada rotor merupakan arus induksi. Jika belitan stator diberi tegangan tiga phasa, maka pada stator akan dihasilkan arus tiga phasa, arus ini kemudian akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron       ( ns ) dan kemudian akan melakukan pengisian muatan ke kapasitor ( C ) yang dipasang parallel dengan stator yang tujuannya untuk mensuplai tegangan ke stator nanti untuk mempertahankan kecepatan sinkron      ( ns ) motor induksi pada saat dilakukan pelepasan sumber tegangan tiga phasa pada stator.
            Mesin dc sebagai prime mover yang dikopel dengan mesin induksi diputar secara perlahan memutar rotor mesin induksi hingga mencapai putaran sinkronnya ( nr = ns ).
Syarat utama terbangkitnya tegangan generator induksi adalah adanya remanensi di rotor atau kapasitor eksitasi yang digunakan harus mempunyai muatan listrik terlebih dahulu. Remanensi atau muatan kapasitor merupakan tegangan awal yang diperlukan untuk proses pembangkitan tegangan selanjutnya. Proses pembangkitan tegangan akan terjadi bila salah satu syarat di atas dipenuhi.
Kita masuk kebagian yang sesuai dengan judul diatas...
Kapasitor Eksitasi Dan Kompensasi...

Sebenarnya ap sih kapasitor ???
Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam medan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari dua buah plat metal yang dipisahkan oleh sebuah bahan dielektrik. Jika kedua ujung plat diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.
Untuk sistem 3 fase, kapasitor dapat dihubung bintang dan dihubung delta . Perhatikan gambar dibawah ini agar lebih jelasnya.

  Persamaan untuk kedua hubungan diatas adalah 
Nah kedua hubungan tersebut dapat dijadikan sebagai kapasitor eksitasi untuk menjalankan generator induksi...
Apa sih kapasitor eksitasi??(mungkin para pembaca akan bertanya demikian bagi yang belum tau)
Kapasitor eksitasi adalah kapasitor yang bertugas sebagai penghasil daya reaktif pada generator induksi,..tanpa ada kapasitor ini tidak mungkin generator induksi akan bekerja...
Nah,..Kapasitor Kompensasi itu sendiri Apa???
Kapasitor kompensasi adalah kapasitor yang berfungsi membantu kerjanya kapasitor eksitasi...
Letaknya dimana???
Letaknya tergantung memakai hubungan apa,..ada short shun atau Long shun..
umumnya generator induksi memakai hubungan short shun...
pada hubungan short shun..
kapasitor kompensasi di serikan oleh beban,..yang letaknya setelah kapasitor eksitasi,..
untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini...

Sekianlah sedikit penulis berbagi ilmu penulis yang sedikit ini kepada para pembaca blog saya,...
 

Tuesday, November 29, 2011

Rangkaian Ekivalen Motor Induksi


Untuk mempermudah analisis motor induksi, digunakan metoda rangkaian ekivalen per – fasa. Motor induksi dapat dianggap sebagai transformator dengan rangkaian sekunder berputar. Rangkaian ekivalen statornya dapat digambarkan sebagai berikut : 

Gambar Rangkaian ekivalen stator motor induksi
dimana :
                  I= arus eksitasi (Amper)
                  V1 = tegangan terminal stator ( Volt )
                  E1  = ggl lawan yang dihasilkan oleh fluks celah udara resultan ( Volt )
                  I1    = arus stator ( Ampere )
                  R1  = tahanan efektif stator ( Ohm )
                  X1  = reaktansi bocor stator ( Ohm )

Arah positif dapat dilihat pada rangkaian Gambar rangkaian diatas.
Arus stator terbagi atas 2 komponen, yaitu komponen arus beban dan komponen arus penguat I0. Komponen arus penguat I0 merupakan arus stator tambahan yang diperlukan untuk menghasilkan fluksi celah udara resultan, dan merupakan fungsi ggm E1.
            Komponen arus penguat I0 terbagi atas komponen rugi – rugi inti IC yang sefasa dengan E1 dan komponen magnetisasi IM  yang tertinggal 900 dari E1.
            Hubungan antara tegangan yang diinduksikan pada rotor sebenarnya( Erotor ) dan tegangan yang diinduksikan pada rotor ekivalen ( E2S ) adalah :

                           E2s / E rotor = N1 / N2 = a
                            atau
                            E2S = a Erotor 
dimana a adalah jumlah lilitan efektif tiap fasa pada lilitan stator yang banyaknya a kali jumlah lilitan rotor.
            Bila rotor – rotor diganti secara magnetik, lilitan – ampere masing – masing harus sama, dan hubungan antara arus rotor sebenarnya Irotor dan arus I2S pada rotor ekivalen adalah :
                            I2S = I rotor / a
sehingga hubungan antara impedansi bocor frekuensi slip Z2S dari rotor ekivalen dan impedansi bocor frekuensi slip Zrotor dari rotor sebenarnya adalah :
   Z2S = E2s / I2s = a2 E rotor / I rotor
Nilai tegangan, arus dan impedansi tersebut diatas didefinisikan sebagai nilai yang referensinya ke stator.
Selanjutnya persamaan dapat dituliskan :
                         
dimana :
            Z2S = impedansi bocor rotor frekuensi slip tiap fasa dengan referensi ke stator ( Ohm).
            R2    =    tahanan efektif referensi ( Ohm )
            sX2 =  reaktansi bocor referensi pada frekuensi slip X2 didefinisikan sebagai harga reaktansi bocor rotor dengan referensi frekuensi stator ( Ohm ).
            Reaktansi yang didapat pada persamaan  dinyatakan dalam cara yang demikian karena sebanding dengan frekuensi rotor dan slip.
Pada stator ada gelombang fluks yang berputar pada kecepatan sinkron. Gelombang fluks ini akan mengimbaskan tegangan pada rotor dengan frekuensi slip sebesar E2sdan ggl lawan stator E1. Bila bukan karena efek kecepatan, tegangan rotor akan sama dengan tegangan stator, karena lilitan rotor identik dengan lilitan stator. Karena kecepatan relatif gelombang fluks terhadap rotor adalah s kali kecepatan terhadap stator, hubungan antara ggl efektif pada stator dan rotor adalah:
              
E2s = SE1
Dari persamaan diatas dapat disubsitusikan untuk menyamakan E1 dan E2s dengan membagi E2s dengan slip..
Maka diperoleh rangkaian ekivalen mesin induksi seperti dibawah ini,..






nah itulah sedikit ilmu yang dapat penulis bagikan kepada teman - teman semua...
mudah - mudahan bermanfaat...





Wednesday, June 15, 2011

Jual Lele

Menjual lele konsumsi...

ukuran 1 kl 8 ekor...

bisa hubungi ke nmr 087869773757
Read more: http://www.japarus.com/2012/03/cara-menambah-rating-bintang-di.html#ixzz2Ln7si4u6
▲Top▲